Senin, 14 Januari 2013

Seputar Dayung



Harga kayak jenis lomba bahan fibreglass ;

-kayak single      rp 21.500.000,-/bh
-kayak double     rp 37.250.000,-/bh
-kayak four         rp 57.350.000,-/bh

-dayung              rp   2.100.000,-/bh(terbuat dari allumunium+Frp)

Kondisi Penawaran :
-Harga tidak termasuk biaya pengiriman
-Harga tidak termasuk pajak
-Waktu Pekerjaan : 3-7 hari kerja untuk 1 unit
-Syarat pemesanan :- Surat Pesanan dan Pembayaran d/p minimal 50% dari total nilai pesanan
                                - Sisa pembayaran dibayarkan lunas setelah pembuatan selesai dan sebelum dikirim ke alamat pembeli
-Pesanan dan Pembayaran ditujukan :
                                               
                                           Nama      :   Tito W.Adiguno
                                           Alamat    : Komplek Bumi Jatiwaringin
                                                             Blok F No.9
                                                             Jl.Jatiwaringin Raya
                                                             Pondok Gede
                                                             Bekasi 17411
                                           Telpon     : (021) 70981139 ; 93808900 ; 8461720
                                            Fax        :  8461720
                                            Rekening :- BCA
                                                                Cabang Sentral Plasa Jl Sudirman 
                                                                No.441.300.510.1
                                                                A/N Tito W.Adiguno
                                                              - MANDIRI
                                                                Cabang Jatiwaringin
                                                                 No.167.000.023.825.2
                                                                 A/N Tito W.Adiguno
Demikian penawaran dari kami ,sambil menunggu pesanan dari Ibu saya ucapkan terima kasih

Hormat saya,

Tito W.Adiguno


Kamis, 08 September 2011

Pulau Ketawai Lahan Buat Para Diver

Ini hanya berita photo pertama kali ke Pulau Ketawai yang terletak di Kabupaten Bangka Tengah. Sebua Pulau yang terletak di bibir Timur Bangka Tengah dan berhadapan langsung dengan laut China Selatan. Pulau Asri indah dan membuat kita ingin kembali kesanan.


GAYA SEBELUM KENA OMBAK








OAKLE ON D'KETAWAI ISLAND



TAKE KETAWAI PICT ALWAYS




D' BANDIT




BETWEN : BE OR NOT TO BE



Senin, 09 Februari 2009

Kata Perpisahan Dari Titik Hilang

Rekan PCC yang saya hormati dan banggakan

Tak disangka dari sebuah perbincangan dengan mas

amin, mas robert dan mas jimi di Y2 cafe medio

mei 2008 membuka cakrawala saya pada sebuah gaya

hidup baru.

Sepeda, lebih dari sebuah alat yang membantu manusia berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain, lebih dalam lagi adalah sebuah filosofi yang membuat kita katarsis, merindukan setiap waktunya, menikmati setiap nafas, memberikan gairah pada kisi yang tak terisi.

per tanggal 9 februari saya di perintahkan atasan untuk menempati posisi Relationship Manager di Bank Mandiri Commercial Banking Center Jakarta Kota.

mendapatkan momen indah di Bangka 10 bulan terakhir dari 2 tahun 8 bulan berada disini

membuat hati sedikit menjerit mengapa cepat berakhir, seperti sebuah lagu lama dari bung oma: 'bukan perpisahan yang ku tangisi, tapi perjumpaan yang kusesali'.

sepeda merangkai jalinan pengertian, cita , peluh , dan berujung pada persahabatan diantara kita. ketahuilah persahabatan tidak berakhir hanya karena ada jarak di antara kita, melainkan hati yang terpaut sungguh lebih dekat dengan hela nafas..

Kami sekeluarga memohon maaf jika dalam pergaulan selama ini terucap kata yang menyakitkan yang melukai walaupun sesungguhnya itu hanya ekspresi rasa sayang dalam bentuk yang aneh.

Dengan ini pula saya mengundurkan diri dari kepengurusan PCC dan forum dapat memilih ketua baru, Semoga PCC di bawah ketua baru dapat terus berkembang dan harum namanya di Indonesia dan Internasional.

Untuk mempererat persaudaraan kita, dengan ini saya mengundang rekans pada hari rabu malam sekalian NR pukul 19.30 di saung mas amin untuk pesta perpisahan barbeque.

Salam Sejuta Kayuhan Menuju Jakarta.

c h a i d i r a k b a r
0 8 1 8 9 6 1 9 8 2

Rabu, 04 Februari 2009

Gowes Mangkol Celuak


Pagi itu tidak seperti yang diperkirakan ...... peminat yang biasanya hanya belasan orang, hari Sabtu itu membludak...
Prediksi yang diperkirakan hanya belasan orang bengkak menjadi 28 orang dan menjadi Istimewa karena bergabungnya Para Perwira Polisi dari Polda dan Om Acun (Sepeda Giant DH)

Pagi itu menunjukkan pukul 06.00 Wib ...meski Langit mendung dan cuaca dingin tapi menjadi hangat dengan gurauan dan tawa peserta yang langsung akrab antar sesama Goweser. Ada yang ngobrol tentang sepeda, ada yang berolok olok sambil menunggu peserta lain datang dan ada pula yang menjajal sepeda Giant Dh seharga US $ 4500 sampe babak belur jatuh diatas aspal ha ha ha ...

3 buah Pickup yang sudah standby dari pagi langsung penuh dengan sepeda. Tapi menjadi bingung karena peserta tidak terangkut karena tidak ada kendaraan untuk mengangkut orangnya. Untung Mas ricky dan mas andy tanggap..... Para perwira polisi dan peserta yang tidak terangkut pickup langsung diangkut dengan kendaraan merah telkomsel sampai ke pedindang simpang mangkol. Setelah sampai di simpang mangkol yang kebetulan ada toko untuk beli sekedar minuman dan makanan kecil kita berdoa untuk keselamatan dan start dimulai.....

Jalan berlumpur dan air hujan di jalan diterjang habis oleh goweser yang sudah terbiasa dengan medan seperti ini. Rute jalan yang sedikit tanjakan dan turunan hanya beberapa menit ditempuh dan sampai di jembatan tua di bawah mangkol semua pesertapun istirahat sebelum menempuh jalan tanjakan bukit mangkol sambil mengatur napas dan sekedar minum air yang ada dibotol.

Setelah selesai istirahat perjalananpun dilanjutkan dengan start tanjakan yg lumayan menantang..... turunan tanjakan ..... tanjakan turunan....dan terakhir adalah tanjakan maut sebelum turun ke Desa mesu. Semua peserta mulai banyak masalah dengan sepeda dan tenaga. Ada yang putus rantai ... ada yang putus napas.... ada yang hampir kram.... yang tidak punya persiapan pastinya tenaga dan sepeda banyak masalah. Rantai sepeda mas abdurahman putus dan terpaksa didorong sampai ke atas. Untungnya sekarang kita ada ahli pebengkel baik yang datang dari bandung (mas ajuy) maupun dari San Fransisco (om acun). Jadi untuk sepeda yang punya sedikit masalah bisa diatasi dilapangan. Sampai diatas istirahat diperlukan lagi untuk ambil napas setelah tanjakan maut. Para perwira polisipun mulai menanyakan dengan rute rute setelah mangkol.... “ mas rute setelah ini seperti apa?” mas rutenya nanjak lagi gak ?” ada pula yang tanya....” Mas masih berapa lama lagi sampai rute terakhir?”. Ternyata mereka kecut juga melihat beberapa team PCC apalagi dengan Alumni Pagaralam yang menggowes tanjakan maut dengan gagahnya sampai ke puncak tikungan ha ha ha......

Hari sudah menunjukkan pukul 08.00 wib dan jalan turunan mangkol yang menjadi idola sepeda full suspension seperti mas ricky mas fathoel dan om achun yang katanya hobi turunan mulai tidak sabar untuk menjajal jalan turunan yang menjadi idaman sepeda-sepeda seperti ini. Tapi nanti dulu ... mas sahala yang akan mendokumentasikan nyali peserta dengan videonya untuk tantangan ini sudah duluan turun untuk mengabadikan peristiwa ini. Satu persatu peserta turun ... dan ternyata.... Naik didorong .... turunpun didorong...... ada yang mencoba naik sepeda diturunan dan “GEDUBRAK.....!!! Sepeda terpeleset , terjungkal dan terseok-seok waktu menuruni jalan yang memang sangat sulit karena ada jalur sepeda motor yang membuat jalan membentuk huruf U apalagi dengan kondisi basah dan sedikit becek.

Kamipun sampai di jalan tembus kearah mesuk dan setelah sampai arah bukit trenggiling untuk menuju desa celuak, semua peserta satu per satu gowes dengan tanjakan yang lumayan panjang dan jalanan yang sempit dan licin. Peserta gowes mulai ambil posisi kebut untuk mencapai pos di kebun karet dan disinilah acara rem blong mulai ... jalan tanah setapak dengan turunan yang panjang sangat asyik dilalui .... apalagi dicampur dengan kondisi jalan yang masih basah, becek dan sedikit kubangan bekas air hujan membuat sepeda dan baju menjadi kotor sebagai bukti istri bahwa memang bener bener bersepeda...ha ha ha......

Sampai di Pos Hutan Karet yang ada 2 pondok untuk istirahat, kamipun ambil tempat untuk sekedar duduk, minum dan mengeluarkan bekal sarapan. Ada pula yang masih penasaran dengan sepeda Giant DH milik Om Acun untuk sekedar menjajal nikmatnya sepeda kelas atas. Ada yg ngobrol sambil ketawa-ketawa melepas ketegangan setelah seminggu dipenuhi dengan pekerjaan dikantor, tanya-tanya spare part sepeda, bahkan ada yg stel sepeda setelah disiksa. Tapi tiba-tiba si Ketua kita terseok seok datang dengan sepeda dan ban depan yang sudah melengkung..... sepeda Specializ PM 1 warna Orange kesayangan sudah gak bulat lagi. Hik hik hik ... entah apa yang ditabrak..... dan dandan punya dandan ternyata langsung ok.

Mas habis ini rutenya ngapain lagi...?..Masih berapa kilo lagi mas.........? itu pertanyaan para perwira polisi dan dijawab rekan rekan PCC ... jalan landai turun terus dan untuk menghitung jarak, Bapak Rute kita mengeluarkan sebuah alat canggih GPS bo... Global Positioning System .. dan selembar Peta jaman Belanda. Ternyata tinggal 8 Kilometer lagi sudah diceluak. Sebuah desa dipinggir jalan raya yang menjadi tempat finish. Inilah khabar gembira yang bikin peserta yang minggu lalu tidak ikut menjadi lega karena tanjakan sudah minim dan tinggal 8 km lagi artinya tinggal ¼ perjalanan lagi.

Perjalanan dilanjutkan dan lagi lagi sepeda yang remnya blong dikasih jalan untuk didepan sementara team penyapu ranjau rela untuk dibelakang. Jalan ternyata memang landai dengan jalan setapak melewati kebun karet, kebun lada, hutan dan ujung kampung ada sebuah kolam tempat mandi ............... Memang luar biasa .... setelah gowes sejauh +/- 35 km dikasih bonus kolam air untuk jebur kekolam. Mandi, istirahat, minum sisa air yg masih ada dan bersih bersih badan. Yang Tua menjadi remaja dan yang remaja menjadi anak anak.... itulah yang terjadi. Tidak ada lagi status, pangkat, jabatan dan stress. Semua hilang ditelan kolam air yang airnya sebening pikiran dan canda tawa semua peserta

Jam sudah menunjukkan pukul 11.15 dan peserta sudah memasuki jalan raya desa celuak dan kendaraan pickup yang pagi tadi membawa sepeda sudah siap untuk mengangkut sepeda kembali ke pangkalpinang. Kamipun menunggu jemputan berupa truk Dalmas bantuan dari para perwira polisi untuk mengangkut peserta pulang. Setelah jemputan ada kamipun kembali ke pangkalpinang menyusuri jalan raya yang jauhnya sekitar 30an kilometer dan istirahat sejenak di rumah makan padang untuk mengisi perut yang sudah kosong. Eh ... ternyata pak polisi traktir makan siang... dan kapan lagi ya ditraktir seperti ini. Semoga mas andy bisa ajak lagi om om polisi itu untuk gabung tiap sabtu jadi tidak kesulitan lagi dengan truk dan makan siangnya setelah gowes ha ha ha.......


Salam sejuta sepeda
Hijau Bumiku.... Biru langitku
By Amin Haris



Pangkalpinang Cycling Community

Minggu, 13 Januari 2008

Atlet Taekwondo Babel di PON 2008 TARGETKAN EMAS

edisi: Kamis, 04 Oktober 2007

PANGKALPINANG, BANGKA POS - Diperkuat empat atlet yang akan berlaga di PON XVII Kaltim 2008 nanti, Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Babel menargetkan dapat meraih medali emas. Keempat atlet tersebut di antaranya Renasari, Mariya Ulfa, Husni dan Mashur yang masing-masing akan bertanding pada kelas light, fin, bantam dan feather. Ketua Harian Pengprov Taekwondo Babel Muhammad Wirtsa Firdaus kepada Bangka Pos Group, Rabu (3/10) menjelaskan, untuk mencapai target tersebut tentunya harus melakukan persiapan yang matang. Di PON nanti, PBTI akan mengusung motto taekwondo Babel bergema.“Pemahaman dari bergema di sini adalah bersama, bersatu dan bergerak maju. Keempat hal tersebut saling kait mengait dan saling ketergantungan dan tidak ada yang diprioritaskan. Dengan terciptanya kebersamaan dan persatuan antar atlet menjadi modal bagi taekwondo Babel menuju emas pada PON 2008,” ungkap Wirtsa.Persiapan dan pembinaan saat ini akan mengikuti program dari KONI. “Karena dalam suasana puasa, untuk persiapan para atlet akan dilakukan pengprov setelah Lebaran atau sekitar awal bulan November,” kata Wirtsa.Wirtsa menambahkan, bagi atlet yang ada di Babel akan diserahkan di dojan (tempat latihan) masing-masing. Sedangkan untuk atlet yang masih kuliah seperti Renasari di Yogyakarta dan Mariya Ulfa di Palembang akan dititipkan pada dojan di daerah setempat.“Mengejar target, kita harus optimis dan dengan usaha,” ungkap Wirtsa. PBTI pada saat ini masih fokus untuk mengembalikan ferformance atlet seusai mengikuti TC di Sungailiat. Mengenai masalah pembiayaan menurut Wirtsa, selama TC dari bulan Januari nanti semuanya sudah disiapkan oleh KONI. Untuk biaya pembinaan dari pengprov bulan November dan keberangkatan ke Korea Selatan merupakan biaya sendiri, dengan cara mencari promotor yang ingin mendukung memajukan taekwondo di Babel.(i8)

BASKET DAN GAYA HIDUP

edisi: Kamis, 04 Oktober 2007

PANGKALPINANG, BANGKA POS - Ketua Panitia Pelaksana Kejuaraan Basket se-Babel, Muhammad Wirtsa bangga. Sebab kejuaraan yang digelar baru-baru ini sukses. Kejuaraan ini telah memunculkan klub Setia Sungailiat serta BBC Pangkalpinang sebagai jawara putra-putri basket Babel. Di balik itu, olahraga basket menunjukkan perkembangan seiring perjalanan waktu. Olahraga ini, menurut Wirtsa sudah menjadi gaya hidup masyarakat Babel. Seiring kesadaran untuk hidup sehat jasmani dan rohani, olahraga menjadi sebuah kebutuhan, tanpa berolahraga seperti ada sesuatu yang kurang dan pada akhirnya menjadi gaya hidup sesorang.“Kerja sama apik anak-anak BBBC (Bukit Baru Basket Club), Perbasi Kota Pangkalpinang, PT Timah, dan Bangka Pos Group telah membawa kejuaraan ini menjadi kejuaraan basket tersukses di Babel,” ujarnya.Diperkirakan penonton kejuaraan ini mencapai 3.000 orang. Wirtsa menjelaskan hal tersebut sebuah bukti kesuksesan acara ini. Produktivitas goal (shoot on the basket) mencapai 1.000 bola atau sekitar 3.000-an lebih poin dari 39 pertandingan.“Terima kasih Bangka Pos, karena hampir setiap hari kejuaraan Basket diberitakan pada halaman Super Ball, halaman yang cukup memiliki nilai jual,” kata Wirtsa seraya menambahkan kesuksesan kejuaraan juga diakui Ketua Perbasi saat menutup kejuaraan Basket Se-Babel.Perusahaan-perusahaan lain juga bisa melakukan hal yang sama, seperti PT Timah yang pertama kalinya mensponsori kegiatan basket. Wirtsa menambahkan, harapannya untuk memajukan cabang olahraga ini di Babel. Sebab dari beberapa catatan yang ada, gambaran di atas menunjukkan kalau bola basket mampu menarik perhatian beberapa komponen masyarakat.“Sebuah ketertarikan dari Bung Agus Ismunarno Pemimpin Redaksi Bangka Pos, sehingga merasa perlu membuat sebuah tulisan dengan judul Bola Basket di harian Bangka Pos hari minggu tanggal 30 September 2007,” jelasnya.(h10/din)