Rabu, 04 Februari 2009

Gowes Mangkol Celuak


Pagi itu tidak seperti yang diperkirakan ...... peminat yang biasanya hanya belasan orang, hari Sabtu itu membludak...
Prediksi yang diperkirakan hanya belasan orang bengkak menjadi 28 orang dan menjadi Istimewa karena bergabungnya Para Perwira Polisi dari Polda dan Om Acun (Sepeda Giant DH)

Pagi itu menunjukkan pukul 06.00 Wib ...meski Langit mendung dan cuaca dingin tapi menjadi hangat dengan gurauan dan tawa peserta yang langsung akrab antar sesama Goweser. Ada yang ngobrol tentang sepeda, ada yang berolok olok sambil menunggu peserta lain datang dan ada pula yang menjajal sepeda Giant Dh seharga US $ 4500 sampe babak belur jatuh diatas aspal ha ha ha ...

3 buah Pickup yang sudah standby dari pagi langsung penuh dengan sepeda. Tapi menjadi bingung karena peserta tidak terangkut karena tidak ada kendaraan untuk mengangkut orangnya. Untung Mas ricky dan mas andy tanggap..... Para perwira polisi dan peserta yang tidak terangkut pickup langsung diangkut dengan kendaraan merah telkomsel sampai ke pedindang simpang mangkol. Setelah sampai di simpang mangkol yang kebetulan ada toko untuk beli sekedar minuman dan makanan kecil kita berdoa untuk keselamatan dan start dimulai.....

Jalan berlumpur dan air hujan di jalan diterjang habis oleh goweser yang sudah terbiasa dengan medan seperti ini. Rute jalan yang sedikit tanjakan dan turunan hanya beberapa menit ditempuh dan sampai di jembatan tua di bawah mangkol semua pesertapun istirahat sebelum menempuh jalan tanjakan bukit mangkol sambil mengatur napas dan sekedar minum air yang ada dibotol.

Setelah selesai istirahat perjalananpun dilanjutkan dengan start tanjakan yg lumayan menantang..... turunan tanjakan ..... tanjakan turunan....dan terakhir adalah tanjakan maut sebelum turun ke Desa mesu. Semua peserta mulai banyak masalah dengan sepeda dan tenaga. Ada yang putus rantai ... ada yang putus napas.... ada yang hampir kram.... yang tidak punya persiapan pastinya tenaga dan sepeda banyak masalah. Rantai sepeda mas abdurahman putus dan terpaksa didorong sampai ke atas. Untungnya sekarang kita ada ahli pebengkel baik yang datang dari bandung (mas ajuy) maupun dari San Fransisco (om acun). Jadi untuk sepeda yang punya sedikit masalah bisa diatasi dilapangan. Sampai diatas istirahat diperlukan lagi untuk ambil napas setelah tanjakan maut. Para perwira polisipun mulai menanyakan dengan rute rute setelah mangkol.... “ mas rute setelah ini seperti apa?” mas rutenya nanjak lagi gak ?” ada pula yang tanya....” Mas masih berapa lama lagi sampai rute terakhir?”. Ternyata mereka kecut juga melihat beberapa team PCC apalagi dengan Alumni Pagaralam yang menggowes tanjakan maut dengan gagahnya sampai ke puncak tikungan ha ha ha......

Hari sudah menunjukkan pukul 08.00 wib dan jalan turunan mangkol yang menjadi idola sepeda full suspension seperti mas ricky mas fathoel dan om achun yang katanya hobi turunan mulai tidak sabar untuk menjajal jalan turunan yang menjadi idaman sepeda-sepeda seperti ini. Tapi nanti dulu ... mas sahala yang akan mendokumentasikan nyali peserta dengan videonya untuk tantangan ini sudah duluan turun untuk mengabadikan peristiwa ini. Satu persatu peserta turun ... dan ternyata.... Naik didorong .... turunpun didorong...... ada yang mencoba naik sepeda diturunan dan “GEDUBRAK.....!!! Sepeda terpeleset , terjungkal dan terseok-seok waktu menuruni jalan yang memang sangat sulit karena ada jalur sepeda motor yang membuat jalan membentuk huruf U apalagi dengan kondisi basah dan sedikit becek.

Kamipun sampai di jalan tembus kearah mesuk dan setelah sampai arah bukit trenggiling untuk menuju desa celuak, semua peserta satu per satu gowes dengan tanjakan yang lumayan panjang dan jalanan yang sempit dan licin. Peserta gowes mulai ambil posisi kebut untuk mencapai pos di kebun karet dan disinilah acara rem blong mulai ... jalan tanah setapak dengan turunan yang panjang sangat asyik dilalui .... apalagi dicampur dengan kondisi jalan yang masih basah, becek dan sedikit kubangan bekas air hujan membuat sepeda dan baju menjadi kotor sebagai bukti istri bahwa memang bener bener bersepeda...ha ha ha......

Sampai di Pos Hutan Karet yang ada 2 pondok untuk istirahat, kamipun ambil tempat untuk sekedar duduk, minum dan mengeluarkan bekal sarapan. Ada pula yang masih penasaran dengan sepeda Giant DH milik Om Acun untuk sekedar menjajal nikmatnya sepeda kelas atas. Ada yg ngobrol sambil ketawa-ketawa melepas ketegangan setelah seminggu dipenuhi dengan pekerjaan dikantor, tanya-tanya spare part sepeda, bahkan ada yg stel sepeda setelah disiksa. Tapi tiba-tiba si Ketua kita terseok seok datang dengan sepeda dan ban depan yang sudah melengkung..... sepeda Specializ PM 1 warna Orange kesayangan sudah gak bulat lagi. Hik hik hik ... entah apa yang ditabrak..... dan dandan punya dandan ternyata langsung ok.

Mas habis ini rutenya ngapain lagi...?..Masih berapa kilo lagi mas.........? itu pertanyaan para perwira polisi dan dijawab rekan rekan PCC ... jalan landai turun terus dan untuk menghitung jarak, Bapak Rute kita mengeluarkan sebuah alat canggih GPS bo... Global Positioning System .. dan selembar Peta jaman Belanda. Ternyata tinggal 8 Kilometer lagi sudah diceluak. Sebuah desa dipinggir jalan raya yang menjadi tempat finish. Inilah khabar gembira yang bikin peserta yang minggu lalu tidak ikut menjadi lega karena tanjakan sudah minim dan tinggal 8 km lagi artinya tinggal ¼ perjalanan lagi.

Perjalanan dilanjutkan dan lagi lagi sepeda yang remnya blong dikasih jalan untuk didepan sementara team penyapu ranjau rela untuk dibelakang. Jalan ternyata memang landai dengan jalan setapak melewati kebun karet, kebun lada, hutan dan ujung kampung ada sebuah kolam tempat mandi ............... Memang luar biasa .... setelah gowes sejauh +/- 35 km dikasih bonus kolam air untuk jebur kekolam. Mandi, istirahat, minum sisa air yg masih ada dan bersih bersih badan. Yang Tua menjadi remaja dan yang remaja menjadi anak anak.... itulah yang terjadi. Tidak ada lagi status, pangkat, jabatan dan stress. Semua hilang ditelan kolam air yang airnya sebening pikiran dan canda tawa semua peserta

Jam sudah menunjukkan pukul 11.15 dan peserta sudah memasuki jalan raya desa celuak dan kendaraan pickup yang pagi tadi membawa sepeda sudah siap untuk mengangkut sepeda kembali ke pangkalpinang. Kamipun menunggu jemputan berupa truk Dalmas bantuan dari para perwira polisi untuk mengangkut peserta pulang. Setelah jemputan ada kamipun kembali ke pangkalpinang menyusuri jalan raya yang jauhnya sekitar 30an kilometer dan istirahat sejenak di rumah makan padang untuk mengisi perut yang sudah kosong. Eh ... ternyata pak polisi traktir makan siang... dan kapan lagi ya ditraktir seperti ini. Semoga mas andy bisa ajak lagi om om polisi itu untuk gabung tiap sabtu jadi tidak kesulitan lagi dengan truk dan makan siangnya setelah gowes ha ha ha.......


Salam sejuta sepeda
Hijau Bumiku.... Biru langitku
By Amin Haris



Pangkalpinang Cycling Community

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda