Senin, 09 Februari 2009

Kata Perpisahan Dari Titik Hilang

Rekan PCC yang saya hormati dan banggakan

Tak disangka dari sebuah perbincangan dengan mas

amin, mas robert dan mas jimi di Y2 cafe medio

mei 2008 membuka cakrawala saya pada sebuah gaya

hidup baru.

Sepeda, lebih dari sebuah alat yang membantu manusia berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain, lebih dalam lagi adalah sebuah filosofi yang membuat kita katarsis, merindukan setiap waktunya, menikmati setiap nafas, memberikan gairah pada kisi yang tak terisi.

per tanggal 9 februari saya di perintahkan atasan untuk menempati posisi Relationship Manager di Bank Mandiri Commercial Banking Center Jakarta Kota.

mendapatkan momen indah di Bangka 10 bulan terakhir dari 2 tahun 8 bulan berada disini

membuat hati sedikit menjerit mengapa cepat berakhir, seperti sebuah lagu lama dari bung oma: 'bukan perpisahan yang ku tangisi, tapi perjumpaan yang kusesali'.

sepeda merangkai jalinan pengertian, cita , peluh , dan berujung pada persahabatan diantara kita. ketahuilah persahabatan tidak berakhir hanya karena ada jarak di antara kita, melainkan hati yang terpaut sungguh lebih dekat dengan hela nafas..

Kami sekeluarga memohon maaf jika dalam pergaulan selama ini terucap kata yang menyakitkan yang melukai walaupun sesungguhnya itu hanya ekspresi rasa sayang dalam bentuk yang aneh.

Dengan ini pula saya mengundurkan diri dari kepengurusan PCC dan forum dapat memilih ketua baru, Semoga PCC di bawah ketua baru dapat terus berkembang dan harum namanya di Indonesia dan Internasional.

Untuk mempererat persaudaraan kita, dengan ini saya mengundang rekans pada hari rabu malam sekalian NR pukul 19.30 di saung mas amin untuk pesta perpisahan barbeque.

Salam Sejuta Kayuhan Menuju Jakarta.

c h a i d i r a k b a r
0 8 1 8 9 6 1 9 8 2

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda